Fenomena Malam Plus-plus Tahun Baru, Pesta Seks hingga Miras

fenomena Fenomena Malam Plus plus Tahun Baru, Pesta Seks hingga Miras

Banyak cara yang dilakukan beberapa orang untuk menyambut pergantian tahun baru 2014. Jika umumnya, malam tahun baru dirayakan dengan pesta kembang api, beberapa kalangan anak muda malah memanfaatkan momen ini untuk menggelar pesta seks dan pesta miras.
Pesta seks di Villa
Salah satu pelaku pesta seks kepada Merdeka.com mengaku pernah menggelar pesta seks di sebuah Villa di puncak Cipanas, Bogor, pada malam tahun baru 2010.
Sumber juga mengungkapkan jika beberapa villa di sana sudah banyak dipesan oleh banyak pemuda yang sebagian besar dari Jakarta. Saat itu sumber bersama 12 orang teman kampusnya yakni, 5 perempuan dan 7 laki-laki. Mereka juga menyiapkan beberapa minuman keras.
“Dulu gue pernah ngadain pesta seks di Villa. Emang di situ katanya sering di sewain buat pesta seks perayaan tahun baru. Dari beberapa hari sebelumnya udah beli Jack Daniels beberapa botol. Pas di Villa yah kita nyalain musik joget-joget bareng, kalau suasana sudah panas yah biasanya satu persatu ke kamar,” Kata sumber yang dirahasikan namanya, seperti yang dikutip dari Merdeka (28/12/2013).
Dirinya menjelaskan saat itu, dirinya melakukan adegan seks di depan teman-temannya. Bahkan, dirinya mengaku tidur dengan dua teman perempuannya di dalam kamar. Dirinya juga menyuruh kedua teman wanitanya tersebut untuk melanjutkan berhubungan seks dengan teman pria lainnya.
“Pas gue puas maen sama dua cewe, temen gue masuk lagi ngelanjutin. Pokoknya malem panjanglah, sampe pagi yah kerjaannya gitu aja. Sampe pada cape sama mabok,” ungkapnya.
Pria yang sudah memiliki istri dan satu orang anak ini menjelaskan jika dirinya sudah meninggalkan dunia seks bebas sejak tahun 2012 dan mengungkapkan jika fenomena seks bebas di malam tahun baru bukanlah hal yang mengejutkan bagi kalangan anak muda.
Pesta Minuman Keras
Selain pesta seks, banyak warga yang merayakan malam tahun baru dengan menggelar pesta minuman keras. Dikutip dari JPNN, salah satu agen miras di Kota Bogor mendapat jumlah permintaan miras yang meningkat hingga 80 persen, dan diyakini permintaan ini semakin memuncak hingga malam tahun baru.
“Kemarin saja, dalam satu hari kami sudah mengeluarkan 12 dus atau 144 botol miras. Padahal kalau hari biasa, kami hanya mampu mengeluarkan miras sebanyak 6 dus (72 botol),” jelas salah satu pengawas gudang agen yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Radar Bogor, seperti yang dikutip dari JPNN.
Meningkatnya jumlah permintaan miras membuat harga sejumlah miras naik hingga 10 persen. Seperti miras yang jenis Intisari dari Rp 320 ribu per dus naik menjadi Rp 355 ribu. Kemudian arak dari Rp 440 ribu per dus menjadi Rp 470 ribu. Sementara anggur merah dari Rp 370 ribu menjadi per dus menjadi Rp 410 ribu. Bir BIntang dari Rp 255 ribu per dus menjadi Rp 285 ribu.
Narkoba
Berdasarkan data yang didapat wartawan Radar Bogor ini belum genap sebulan Polres Bogor telah berhasil mengungkap sembilan kasus narkoba dengan 12 tersangka (setiap tiga hari sekali Polres Bogor menangkap bandar narkoba).
Sebagian besar narkoba yang dikonsumsi adalah ganja. Sumber peredaran narkoba di wilayah Kabupaten Bogor kebanyakan berasal dari Jakarta, Tangerang, Bekasi dan Sukabumi.
“Bulan ini kami berhasil mengamankan ganja dua kilogram dan sabu lima gram. Peredaran narkoba itu terungkap melalui giat operasi gabungan dan penyelidikan ke kantong-kantong rawan narkoba. Untuk ganja berasal dari Aceh yang diselundupkan ke Bogor melalui beberapa jalur seperti Tangerang, Bekasi, dan Sukabumi. Sementara untuk jenis sabu dan ekstasi berasal dari Jakarta,” jelas Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP I Nyoman Yudhana, seperti yang dikutip dari JPNN.
Nyoman tidak membantah jika potensi penggunaan narkoba di hari libur seperti tahun baru lebih besar ketimbang hari biasa.
Larisnya kondom
Alat kontrasepsi juga menjadi salah satu barang yang cukup laris dicari para kalangan anak muda saat menyambut malam tahun baru. Salah satu pekerja minimarket mengaku jika awal bulan kemarin penjualan kondom masih stabil yakni, sekitar satu hingga dua kotak. Namun, saat mendekati tahun baru penjualan kondom meningkat hingga enam sampai delapan kotak.
“Kalau libur sekolah dan hari Sabtu rata-rata yang beli anak muda, yah usianya sekitar 16 sampai 25 tahun. Sementara kalau malam lainnya mayoritas pembelinya usia 25 sampai 50 tahun,” jelas Faisal, seperti yang dikutip dari JPNN.
Hal ini membuat Ketua MUI Kota Bogor, Adam Ibrahim, geram dan meminta pemerintah dan kepolisian untuk serius menyikapi fenomena sosial yang meresahkan ini.

1 Response to "Fenomena Malam Plus-plus Tahun Baru, Pesta Seks hingga Miras"

Boleh Berkomentar Asal Tidak Menggunakan Kata Kasar,,,,,, Tx For Visit ^^


Free Updates to your Inbox
Follow us:
facebook twitter gplus pinterest rss